Senin, 17 Maret 2014

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN



MAKALAH
ILMU PENDIDIKAN
BATASAN DAN UNSUR UNSUR PENDIDIKAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3LS1vDtZJnqsmr9GpEf1I_Yu4hBeR4K59vRvU53Mx8eMKL5C-EBC8mYnEzaWYnCDow1OutuFqxHun8o5Pakp4l58kAk7Q3p2t9OCX-zsNH4K44oAnnMatDZ2N5NX-eA_CJDKcNsUU22Cn/s1600/LOGO+STAI+AL-MASTHURIYAH.jpg










Di susun Oleh :
Kelompok 1
Suci W Candra
Riskiah Siregar
Siti Sholiha
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-MASTHURIYAH
TIPAR CISAT SUKABUMI 2014
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.












BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Pendidikan adalah upaya mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 27, pendidikan  merupakan hak setiap warga negara Indonesia di mana pelaksanaannya diselenggarakan melalui Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu wujud dari penyelenggaraan pendidikan nasional adalah adanya perguruan tinggi. Untuk itu sebelum mewujudkan harapan bangsa indonesia yang pertama harus diketahui dan harus di pahami adalah arti pendidikan itu sendiri serta batasan dan unsur unsur pendidikan. Kemudian sehubungan dengan hal itu pada makalah ini akan dikaji pengertian serta batasan dan unsur unsur pendidikan dan sebagai bahan acuan untuk mata kuliah ilmu pendidikan.
1.2       Rumusan Masalah
1.    Apakah pengertian pendidikan itu ?
2.    Apa sajakah unsur- unsur yang membangun suatu sistem pendidikan ?
3. Apa sajakah batasan- batasan pendidikan
1.3     Tujuan
            Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.          Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Ilmu Pendidikan.
2.          Suatu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikanIndonesia.
3.          Membantu dalam membahas dan menanggulangi masalah yang dihadapi di dalam dunia pendidikan.






BAB II
PEMBAHASAN 
2.1       PENGERTIAN PENDIDIKAN
v  Secara etimologi kata pendidikan berasal dari kata "didik" yang mendapat awalan "pe" dan akhiran "an", maka jadilah kata pendidikan. Dari Bahasa Yunani, pendidikan berasal dari kata ”pedagogi” yaitu  kata ”paid”  yang artinya anak dan ”agogos” yang artinya membimbing, sehingga pedagogi dapat diartikan sebagai ”ilmu dan seni membimbing anak
v  Menurut UU No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional,  pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana  belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual  keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
v  Menurut Wikipedia, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat.
v  Menurut epistimologi para ahli mengemukakan berbagai arti tentang pendidikan  Prof. Zaharai Idris, M.A. , mengatakan bahwa Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.
v  Prof. Dr. M.J Langeveld mengatakan bahwa Pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya.
v  Ahmad D. Marimba berpendapat bahwa Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. 
v  Menurut John Dewey Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. 
v  Menurut K.H. Dewantara Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek) dan jasmani anak 
v  Menurut Ensiklopedia Pendidikan Indonesia, adalah proses membimbing manusia dari kegelapan, kebodohan  dan kecerdasan pengetahuan. Dalam artian, pendidikan baik yang formal maupun informal, meliputi segala yang memperluas segala pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri dan tentang dunia dimana hidup.
Pendidikan merupakan suatu proses yang kontinyu. Ia merupakan pengulangan yang perlahan tetapi pasti dan terus-menerus sehingga sampai pada bentuk yang diinginkan.
Dari pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. 
Konsep yang lebih jelas dituangkan adalah pendidikan yang dirumuskan dalam UU RI No 2 th 1989. Bab 1, pasal 1. butir 1 :  Pendidikan ialah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan  atau latihan bagi peranan masa yang akan datang.
Dalam perkembangannya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar anak didik menjadi dewasa, dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok  orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanagan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.

2.2       Batasan-batasan Pendidikan
Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.
Ø Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
Ø Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.
Ø Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
Ø Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.
Ø Definisi Pendidikan Menurut GBHN
GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
2.3       Unsur Unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1.      Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2.      Orang yang membimbing (pendidik)
3.      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4.      Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5.      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan
Penjelasan:
1.      Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a.       Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b.      Individu yang sedang berkembang.
c.       Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d.      Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2.      Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3.      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4.      Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal misinya adalah mengembangkan keanekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan. Dengan demikian jiwa dan semangat Bhineka Tunggal Ika dapat di tumbuh kembangkan.
5.      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan). 
a.       Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
§  Yang bersifat preventif, yaitu yang bermaksud mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di kehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman.
§  Yang bersifat kuratif, yaitu yang bermaksud memperbaiki, misalnya ajakan, contoh, nasihat, dorongan, pemberian kepercayaan, saran, penjelasan, bahkan juga hukuman.
Untuk memilih menggunakan alat pendidikan yang efektif ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
ü    Kesesuaiannya dengan tujuan yang ingin dicapai
ü    Kesesuaiannya dengan peserta didik
ü    Kesesuaiannya dengan peserta didik sebaai pemakai
ü    Kesesuaiannya dengan situasi dan kondisi saat digunakannya alat tersebut
b.      Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.










BAB III
PENUTUP
3.1       KESIMPULAN
Pendidikan adalah Suatu Konsep dasar yang bersifat untuk bertujuan mengarahkan membimbing dan membina dari suatu hal yang tidak diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik secara umum maupun pribadi. dengan struktur, arahan, sarana dan prasarana yang telah terencana sehingga mendukung proses pendidikan tersebut dan dapat dihasilkan suatu serapan materi yang penting. Biasanya hal ini berkaitan dengan landasan dan ketulusan hati sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara terbuka.
Jadi Pendidikan itu adalah sesuatu hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.











Daftar Pustaka













MAKALAH
 BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu dari Mata Kuliah
 BAHASA INDONESIA
Dosen :
M. Nasir, S.Pd., M.Ag


 

                               






Disusun  Oleh :
SUCI W. CANDRA


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
 AL-MASTHURIYAH
Tipar Cisaat Sukabumi
2013


KATA PENGANTAR

          Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kepada Ilahi Robbi yang telah memberikan rahmat hidayah dan Barokah-Nya kepada kita semua khususnya kepada penulis yang alhamdulillah telah di berikan suatu anugrah yang sangat luar biasa yaitu penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar tidak lupa juga penulis panjatakan shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada suri tauladan baginda alam yakni Habibana Wanabiyyana Wamaulana Muhammad SAW.
            Adapun makalah yang penulis buat adalah “ BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI  ” Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari akan kekurangan–kekurangan yang sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu segala saran dan petunjuk yang menuju ke arah penulis lebih baik selalu penulis harapkan serta di terima dengan hati terbuka.
Alhamdulillah makalah ini telah terselesaikan, tentunya tidak terlepas dari peran aktifitas semua pihak baik dari segi material maupun spiritual oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
Semoga senantiasa mendapat rahmat dan ridho dari Allah SWT. Amin yarabbal alamin.
                                                                              Sukabumi,  Oktober  2013


                                                                                          Penyusun



i
 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1  Latar belakang................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah........................................................................... 2
1.3 Tujuan Pembelajaran....................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 4
2.1 Pengertian bahasa .......................................................................... 6
2.2 Bahasa Negara ............................................................................... 7
2.3 Tujuan memperlajari Bahasa .......................................................... 8
2.4 Ragam Bahasa ............................................................................... 9
2.5 Fungsi Bahasa Indonesia................................................................ 11
2.6 Kedudukan Bahasa Indonesia........................................................ 13

BAB III PENUTUP....................................................................................... 17
A. Kesimpulan ..................................................................................... 17
B. Saran ............................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 20



ii
 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan pada era modern ini,manusia sebagai makhluk berbudaya dan berbahasa memiliki potensi dan ilmu dalam berintraksi di kehidupan sehari-harinya, tidak bisa dipungkiri bahwa manusia akan berintraksi satu sama lain yang memiki bahasa dan budaya yang berbeda.
Dalam interaksi antar satu manusia dan manusia lain, maka dibutuhkan sesuatu alat komunikasi ‘Bahasa’. Dari keberagaman bahasa yang digunakan manusia diseluruh dunia, maka dibutuhkan sebuah ilmu ataupun studi yang bisa membandingkan dan menyatukan bahasa dalam sebuah konsep yang dapat dikaji oleh semua orang dalam mempelajari dan mengenal berbagai bahasa lain di dunia.
Oleh karena itu studi yang mempelajari tentang ilmu bahasa dan kebahasaan disebut Linguistik, Linguistik adalah ilmu yang mengkaji seluk-beluk bahasa secara umum. dalam bidang linguistik terdapat beberapa kajian, salah satunya dari kajian itu adalah kajian tentang makna, baik makna sebenarnya maupun makna kiasan. Ilmu yang mempelajari makna disebut semantik. Semantik sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia karena bahasa yang digunakan manusia sebagai alat komunikasi haruslah memiliki makna yang tepat agar terjadi komunikasi yang efektif terhadap teman atau mitra bicara.

1.2.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan hal yang dikaji dari latar belakang, maka masalah yang dapat dikaji melalui pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1.      Jelaskan definisi tentang bahasa secara umum !
2.      Jelaskan sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa Indonesia !
1.3    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui lebih jelas tentang bahasa secara umum.
2.      Untuk mengetahui sejarah singkat bahasa.
3.      Untuk mengetahui fungsi bahasa dan kedudukannya.

1.4    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Untuk menambah wawasan tentang Bahasa.
2.      Untuk mengetahui seberapa dekat dengan Bahasa Indonesia.
3.      Untuk mengetahui cara penggunaan bahasa yang baik dan benar.     














BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Bahasa
Bahasa memiliki pengertian yang sangat luas. Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Suatu bahasa yang baik dan benar berdasarkan suatu sistem tertentu yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakai bahasa tersebut yang memliki fungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi.
Beberapa pendapat bahasa  para ahli yakni,
1. Menurut Keraf dalam Smarapradhipa, bahasa memiliki dua pengertian yakni, pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
2. Menurut Owen ,defenisi bahasa yaitu  bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.
3. Menurut Tarigan,ada dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
4. Menurut Santoso, bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
5. Menurut Mackey, Bahasa  adalah suatu bentuk  atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut
6. Menurut Wibowo, bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
7. Menurut Walija, mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
8. Menurut Syamsuddin,beliau mendefenisikan dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
9.Menurut Pengabean, beliau berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
10. Menurut  Soejono ,bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Berdasarkan definisi bahasa dari beberapa pakar lain maka dapat disebutkan ciri-ciri atau sifat yang hakiki dari suatu bahasa, ciri dan sifat itu antara lain sebagai berikut:
Bahasa itu adalah sebuah system yang tersusun menurut suatu pola/aturan serta terdiri dari sub-sub sistem atau sistem bawahan.
a.    Bahasa sebagai sistem
Bahasa memilki suatu aturan atau susunan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi. Sistem ini dibentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang satu dengan yang lainnya berhubungan secara fungsional.  
b.    Bahwa berwujud lambang
Yaitu bahasa itu dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan dalam wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
c.    Bahasa berupa bunyi
Yang dimaksud disini adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”
d.   Bahasa itu bersifat arbitrer
Yaitu tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa yang berwujud bunyi itu dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut,biasa di artikan sewenang-wenang,selalu berubah-ubah,tidak menetap.
e.   Bahasa itu konvesional
            Masyarakat mematuhi akan konvensi yang di terapkan di dalam konsep yang mewakilinya.
f.    Bahasa itu bermakna
            Ditinjau dari fungsinya yaitu menyampaikan pesan, konsep, ide atau pemikiran. Jadi bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna yang disampaikan dalam bahasa apapun tidak bisa disebut sebagai bahasa.
g.      Bahasa itu bersifat unik
Setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.
h.    Bahasa itu bersifat produktif
 Unsur-unsur yang terkandung di dalam bahasa itu dapat dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku di dalam bahasa tersebut.
i.      Bahasa itu bersifat universal
Pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang paling umum.

j.      Bahasa itu variasi
Bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.
k.      Bahasa itu bersifat dinamis
          Karena bahasa itu selalu berkaitan dengan semua kegiatan manusia dan kegiatan manusia itu selalu berubah hingga akhirnya bahasa juga ikut berubah menjadi tidak tetap, dan menjadi tidak statis tetapi dinamis.
l.      Bahasa itu manusiawi
Artinya bahasa itu hanya dimiliki saja dan digunakan oleh manusia itu sendiri.
m.    Bahasa sebagai alat interaksi social
Hal ini sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi.

2.2     SEJARAH SINGKAT BAHASA INDONESIA
Alasan dipilihnya bahasa Melayu sebagai bahasa nasional adalah sebagai berikut.
Bahasa Melayu telah berabad-abad lamanya dipakai sebagai lingua franca (bahasa perantara atau bahasa pergaulan di bidang perdagangan) di seluruh wilayah Nusantara.
Bahasa Melayu mempunyai struktur sederhana sehingga mudah dipelajari, mudah dikembangkan pemakaiannya, dan mudah menerima pengaruh luar untuk memperkaya dan menyempurnakan fungsinya.
Bahasa Melayu bersifat demokratis, tidak memperlihatkan adanya perbedaan tingkatan bahasa berdasarkan perbedaan status sosial pemakainya, sehingga tidak menimbulkan perasaan sentimen dan perpecahan.
Adanya semangat kebangsaan yang besar dari pemakai bahasa daerah lain untuk menerima bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.
Ada nya semangat rela berkorban dari masyarakat Jawa demi tujuan yang mulia. Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Masa Kolonial
Meskipun bukti-bukti autentik tidak ditemukan, bahasa yang digunakan pada masa kejaan kerajaan Sriwijaya pada abad VII adalah bahasa Melayu. Sementara itu, bukti-bukti yang tertulis mengenai pemakaian bahasa Melayu dapat ditemukan pada tahun 680 Masehi, yakni digunakannya bahasa Melayu untuk penulisan batu prasasti, di antaranya sebagai berikut.
·  Prasasti yang ditemukan di Kedukan Bukit berangka tahun 683 Masehi.
·  Prasasti yang ditemukan di Talang Tuwo (dekat Palembang) berangka tahun 686 Masehi.
·  Prasasti yang ditemukan di Kota Kapur (Bangka Barat) berangka tahun 686 Masehi.
·  Prasasti yang ditemukan di Karang Brahi (antara Jambi dan Sungai Musi) berangka tahun 686 Masehi.
·  Prasasti dengan nama Inskripsi Gandasuli yang ditemukan di daerah Kedu dan berasal dari tahun 832 Masehi.
·  Pada tahun 1356 ditemukan lagi sebuah prasasti yang bahasanya berbentuk prosa diselingi puisi (?).
·  Pada tahun 1380 di Minye Tujoh, Aceh, ditemukan batu nisan yang berisi suatu model syair tertua .
Perkembangan Bahasa Indonesia di Masa Kolonial
Pada abad XVI, ketika orang-orang Eropa datang ke Nusantara mereka sudah mendapati bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan dan bahasa perantara dalam kegiatan perdagangan. Bukti lain yang dapat dipaparkan adalah naskah/daftar kata yang disusun oleh Pigafetta pada tahun 1522. Di samping itu, pengakuan orang Belanda, Danckaerts, pada tahun 1631 yang mendirikan sekolah di Nusantara terbentur dengan bahasa pengantar. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan surat keputusan: K.B. 1871 No. 104 yang menyatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah bumiputera diberi dalam bahasa Daerah, kalau tidak dipakai bahasa Melayu.

Perkembangan Bahasa Indonesia di Masa Pergerakan
Setelah Sumpah Pemuda, perkembangan Bahasa Indonesia tidak berjalan dengan mulus. Belanda sebagai penjajah melihat pengakuan pada bahasa Indonesia itu sebagai kerikil tajam. Oleh karena itu, dimunculkanlah seorang ahli pendidik Belanda bernama Dr. G.J. Niewenhuis dengan politik bahasa kolonialnya. Isi politik bahasa kolonial Niewenhuis itu lebih kurang sebagai berikut.
Pengaruh politik bahasa yang dicetuskan Niewenhuis itu tentu saja menghambat perkembangan bahasa Indonesia. Banyak pemuda pelajar berlomba-lomba mempelajari bahasa Belanda, bahkan ada yang meminta pengesahan agar diakui sebagai orang Belanda (seperti yang dilukiskan Abdul Muis dalam roman Salah Asuhan pada tokoh Hanafi). Sebaliknya, pada masa pendudukan Dai Nippon, bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Tentara pendudukan Jepang sangat membenci semua yang berbau Belanda; sementara itu orang-orang bumiputera belum bisa berbahasa Jepang. Oleh karena itu, digunakanlah bahasa Indonesia untuk memperlancar tugas-tugas administrasi dan membantu tentara Dai Nippon melawan tentara Belanda dan sekutu-sekutunya.

2.3       KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang sangat penting, yaitu (1) sebagai bahasa nasional , dan (2) sebagai bahasa resmi/negara .
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diperoleh sejak awal kelahirannya, yaitu tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional sekaligus merupakan bahasa persatuan.
Adapun dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional , bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut.
·  Lambang jati diri (identitas).
·  Lambang kebanggaan bangsa.
·  Alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang etnis dan sosial-budaya, serta bahasa daerah yang berbeda.
·  Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah.
Kedudukan bahasa Indonesia yang kedua adalah sebagai bahasa resmi/negara; kedudukan ini mempunyai dasar yuridis konstitusional, yakni Bab XV pasal 36 UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi/negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut.
·  Bahasa resmi negara .
·  Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
·  Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.
·  Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi.
2.4       FUNGSI LAIN BAHASA SECARA UMUM
·  Fungsi umum bahasa : alat komunikasi manusia
·  Fungsi khusus  sesuai tujuan: fatik, konatif, emotif, kultural, politis, edukatif, mengatur diri, mengatur orang lain, interaksi, adaptasi, sosial, dsb.

Ragam Lisan dan Tulisan
·  Ragam Lisan:
o   Perlu kehadiran lawan tutur
o   Unsur gramatikal tidak lengkap
o   Terikat ruang dan waktu
o   Dipengaruhi pungtuasi, jeda, ritme suara
·  Ragam Tulis:
o   Tidak perlu kehadiran lawan tutur
o   Unsur gramatikal lengkap
o   Tidak terikat ruang dan waktu
o   Dipengaruhi oleh tanda baca / ejaan
Ragam Berdasar Situasi        
·  Ragam Resmi/Formal/Ilmiah
·  Ragam Tidak Resmi/Informal/ Kasual
·  Ragam Akrab/Intim
·  Ragam Konsultatif
Ragam ILMIAH
·  Lisan :  Bunyi bahasa Indonesia yang bebas pengaruh dialek dan logat
·  Tulis :
o   Digunakan untuk keperluan ilmiah/akademik.
o   Diatur oleh aturan ilmiah  ejaan, diksi, kalimat, tata tulis baku
Ragam NONILMIAH
·  Lisan : Percakapan keseharian yang bebas aturan
·  Tulis :
o   Untuk keperluan nonilmiah, seperti pribadi, keluarga, sosial.
o   Tidak ada aturan ilmiah yang mengikat.
Berbahasa Indonesia yang BAIK dan BENAR
Bahasa Indonesia:
BAIK : Nilai rasa tepat sesuai konteks situasi pemakaiannya
BENAR : Menerapkan kaidah dengan konsisten
















BAB III
PENUTUP

1.3   Simpulan
Bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia untuk berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa memiliki ciri-ciri dan sifat yang hakiki, sifat yang hakiki itu yakni bahasa itu adalah sebuah sistem,berwujud lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, bahasa itu bermakna, konvensional, unik, universal, produktif, bervariasi, dinamis, dansebagai alat interaksi social dan merupakan identitas penuturnya.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, pasal 36 ”bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang sekitar abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga di seluruh Asia Tenggara.
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, diumumkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.
Kedudukan bahasa Indonesia
1.     Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun fungsinya adalah :
a.    Lambang kebanggaan Nasional
b.    Lambang identitas Nasional
c.    Alat pemersatu berbagai suku bangsa

11
d.    Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah
2.    Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Adapun fungsinya adalah :
a.    Bahasa resmi kenegaraan
b.    Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c.   Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
d.  Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi lain dari Bahasa Indonesia , dibagi menjadi dua, yaitu :
1.     Fungsi bahasa secara umum
a.    Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan
b.    Sebagai alat komunikasi
c.    Sebagai alat berinteraksi dan beradaptasi sosial
d.    Sebagai alat control sosial
2.    Fungsi bahasa secara khusus
a.   Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.  Mewujudkan seni (sastra)
c.   Mempelajari bahasa kuno
d.  Mengeksploitasi IPTEK

2.3     Saran
Makalah ini tidak lupuk dari kesalahan,dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karerna itu kami mebutuhkan saran dan masukan yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA

Goole.com
blogbersama1908.blogspot.com
wordpress.com